Selasa, 25 Mei 2010



Semester genap tahun pelajaran 2009/2010 diawali dengan langkah pasti oleh komunitas SMAN 8 Jakarta, kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan orang tua. Dengan berbekal tekad untuk menjadi yang terbaik di Jakarta bahkan di Indonesia, kepala SMA Negeri 8 Jakarta, Drs. Nanang Gunadi, M.Pd menekankan kedisiplinan dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya pada amanat upacara bendera hari senin, 4 dan 11 Januari 2010.

Langkah itu diwujudkan dengan menerapkan kebijakan bahwa guru sudah harus berada di kelas persis pada jam 6.30. Oleh karena itu guru harus datang lebih awal, paling lambat jam 6.25, karena untuk menuju ke kelas juga memerlukan waktu. Akibat lainnya adalah Bel tanda masuk dibunyikan pada jam 6.25 dan siswa yang datang lebih lambat dari jam 6.31 dinyatakan terlambat dan akan didata untuk keperluan pembinaan. Orang tua siswa akan dipanggil apabila siswa yang bersangkutan sudah terlambat tiga kali. Kedisiplinan juga diterapkan berkaitan dengan pakaian seragam sekolah dan perilaku sopan dan tertib selama berada di lingkungan sekolah.

Tim patroli kedisiplinan telah dibentuk dengan tugas mengawasi, mengarahkan dan menjadi ujung tombak penegakan tata tertib di lingkungan SMAN 8 Jakarta. Setiap pagu dan sore harinya tim ini berkeliling di sekitar sekolah guna menertibkan siswa yang masih duduk santai di warung-warung padahal sudah waktunya masuk atau pulang sekolah. Satpam bekerjasama dengan kepolisan setempat bertugas memperlancar arus lalu lintas di seputar SMAN 8 Jakarta pada pagi hari di saat semua orang berusaha saling mendahului. Namun masih saja ditemui kendaraan pribadi baik itu mobil atau motor yang tidak mengindahkan peraturan dan sopan santun di jalan raya. Perilaku seperti ini bukan saja merugikan dan membahayakan keselamatan orang lain tetapi juga malah memperparah kemacetan arus lalulintas.

Menurut pemantauan penulis, dari hari ke hari jumlah siswa yang terlambat memang jumlahnya masih berfluktuasi, tetapi cenderung menurun. Misalnya pada hari senin (11/1) jumlahnya 111, selasa hanya 7 siswa yang terlambat, tetapi rabu meningkat lagi menjadi 71 dan kamis turun menjadi 31 siswa. Harapannya agar semua pihak orangtua, guru, karyawan dan seluruh siswa terus berupaya mengatasi masalah keterlambatan masuk ke sekolah, agar suasana belajar juga makin kondusif.

Untuk keperluan penegakan kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi pencapaian prestasi sekolah maka pada minggu ini (mulai hari senin, 11 januari) kepala sekolah menggelar rapat koordinasi secara maraton. Hari senin rapat koordinasi wakil dan staf, selasa rapat koordinasi wali kelas, kamis guru kelas Internasional dan Tata usaha, hari jum’at rapat koordinasi guru piket, pembina OSIS dan guru BP/BK. Rapat tersebut diadakan setelah kegiatan belajar berakhir sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedang pada hari sabtu mendatang direncanakan rapat koordinasi dengan pelatih ekstra kurikuler dan guru bahasa asing.

Semester genap ini juga diawali dengan berita gembira yaitu rencana Muhammad Zaki (matematika), Astri Octavioni (kebumian) untuk mengikuti seleksi olimpiade tingkat internasional. Sedang M. Irfan P (debat bahasa Inggris) sedang mempersiapkan keberangkatan ke Qatar untuk mengikuti lomba debat dalam bahasa Inggris tingkat Internasional.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar